Tuesday, February 14, 2012

Motivasi Belajar


Motivasi berasal dari kata “motif” yang artinya daya upaya yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Motif dapat dikatakan sebagai daya penggerak dari dalam subjek untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi mencapai suatu tujuan. Berawal dari kata “motif”, maka motivasi dapat diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif. Motif menjadi aktif pada saat-saat tertentu bila kebutuhan untuk mencapai tujuan sangat dirasakan / mendesak ( Sardiman 2003:73).


Motivasi merupakan dorongan yang ada pada diri untuk melakukan suatu tindakan. Motivasi adalah tenaga pendorong yang menggerakan dan mengarahkan aktivitas siswa. Pada diri siswa mempunyai kekuatan mental yang menjadi penggerak berupa keinginan, perhatian, kemampuan atau cita-cita. Daya penggerak ini adalah motivasi. Motivasi yang timbul dari dalam akan lebih tahan lama dan memungkinkan untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Teori ini dikemukakan oleh Victor H. Vroom yang menyatakan bahwa kekuatan yang memotivasi seseorang untuk bekerja giat dalam mengerjakan pekerjaannya tergantung dari hubungan timbal balik antara apa yang diinginkan dan dibutuhkan dari hasil pekerjaan itu. 

Menurut McClelland teori kebutuhan untuk mencapai prestasi atau Need for Acievement (N.Ach) yang menyatakan bahwa motivasi berbeda-beda, sesuai dengan kekuatan kebutuhan seseorang akan prestasi. 

Menurut McClelland karakteristik orang yang berprestasi tinggi (high achievers) memiliki tiga ciri umum yaitu : (1) sebuah preferensi untuk mengerjakan tugas-tugas dengan derajat kesulitan moderat; (2) menyukai situasi-situasi di mana kinerja mereka timbul karena upaya-upaya mereka sendiri, dan bukan karena faktor-faktor lain, seperti kemujuran misalnya; dan (3) menginginkan umpan balik tentang keberhasilan dan kegagalan mereka, dibandingkan dengan mereka yang berprestasi rendah. ( ref)

Thursan Hakim (2005: 26) yang mendefinisikan  motivasi sebagai suatu dorongan kehendak yang menyebabkan seseorang melakukan suatu perbuatan untuk mencapai tujuan tertentu. Sedangkan menurut Sardiman (2006:75) menyatakan bahwa motivasi belajar sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai. 

Motivasi dapat dibagi menjadi dua, seperti yang dikemukakan oleh Oemar Hamalik (2004: 162) sebagai berikut:

a.    Motivasi intrinsik
yaitu motivasi yang tercakup didalam situasi belajar dan menui kebutuhan-kebutuhan dan tujuan-tujuan murid. Motivasi intrinsik adalah motivasi yang hidup dalam diri siswa dan berguna dalam situasi belajar yang fungsional. jadi motivasi ini timbul tanpa pengaruh dari luar.

b.    Motivasi ekstinsik
Yaitu motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti ijazah, tingkatan hadiah, medali pertentangan, dan hukuman. motivasi ini tetap diperlukan di sekolah, sebab pengajaran di sekolah tidak semuanya sesuai dengan kebutuhan siswa.

Pendapat yang sama juga dikemukakan oleh Nasution (2004: 77) bahwa pembagian motivasi itu sendiri dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
1.    Motivasi intrinsik
Yaitu motivasi yang ada di dalam diri sibelajar yaitu mencapai tujuan yang terkandung dalam perbuatan belajar itu.
2.    Motivasi ekstrinsik
Yaitu motivasi yang berasal dari lingkungan sibelajar, seperti; ingin mendapat pujian, ijazah, kenaikan tingkat, dan sebagainya.

Menurut Sardiman (2006: 89-90) ada dua jenis motivasi, yaitu:
1.    Motivasi intrinsik
Yaitu motif-motif yang menjadi aktif atau berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dalam diri setiap individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu.
2.    Motivasi ekstrinsik
Adalah motif-motif yang aktif dan akan berfungsi karena adanya rangsangan dari luar.

Menurut beberapa pendapat di atas menunjukkan bahwa motivasi terbagi menjadi  dua jenis, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu motivasi yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu tanpa adanya dorongan atau rangsangan dari luar. Sedangkan motivasi ekstrinsik adalah motivasi yang berasal dari luar diri seseorang dan biasanya didorong oleh lingkungan seperti, teman, orang tua, guru, hadiah, lingkungan masyarakat sekitar dan sebagainya.

Seorang guru harus mampu menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswa agar siswa tetap memelihara ketekunannya dalam belajar. Oemar Hamalik (2004: 166-168) mengemukakan bahwa guru dapat menggunakan berbagai cara untuk menggerakkan atau membangkitkan motivasi belajar siswanya, ialah sebagai berikut:
1.    Memberi angka
2.    Pujian
3.    Hadiah
4.    Kerja kelompok
5.    Persaingan
6.    Tujuan dan level of aspiration
7.    Sarkasme
8.    Penilaian
9.    Karyawisata dan ekskursi
10.Film pendidikan
11.Belajar melalui radio.

Kemudian Hamzah B. Uno (2008: 34-37) menyatakan bahwa ada beberapa teknik dalam motivasi yang dapat dilakukan dalam pembelajaran, sebagai berikut:
1.         Pernyataan penghargaan secara verbal.
2.         Menggunakan nilai ulangan sebagai pemacu keberhasilan.
3.         Menimbulkan rasa ingin tahu.
4.         Memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa.
5.         Menjadikan tahap dini dalam belajar mudah bagi siswa.
6.         Menggunakan materi yang dikenal siswa sebagai contoh dalam    belajar.
7.         Gunakan kaitan yang unik dan tak terduga untuk menerapkan suatu konsep dan prinsip yang telah dipahami.
8.         Menuntut siswa untuk menggunakan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya.
9.         Menggunakan simulasi dan permainan.
10.     Memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperlihatkan kemahirannya di depan umum.
11.     Mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.
12.     Memahami iklim sosial dalam sekolah.
13.     Memanfaatkan kewibawaan guru secara tepat.
14.     Memperpadukan motif-motif yang kuat.
15.     Memperjelas tujuan yang hendak dicapai.
16.     Merumuskan tujuan-tujuan sementara.
17.     Memberitahukan hasil kerja yang telah dicapai.
18.     Membuat suasana persaingan yang sehat di antara para siswa.
19.     Mengembangkan persaingan dengan diri sendiri.
20.     Memberikan contoh yang positif.

Selanjutnya Sardiman A.M (2006: 92) mengemukakan ada beberapa cara untuk menumbuhkan motivasi dalam kegiatan belajar di sekolah, yaitu:
1.         Memberi angka (simbol dari kegiatan belajarnya)
2.         Memberi hadiah
3.         Persaingan / kompetisi
4.         Ego-involvement
5.         Memberi ulangan
6.         Mengetahui hasil
7.         Pujian
8.         Hukuman
9.         Hasrat untuk belajar
10.     Minat
11.     Tujuan yang diakui


Berdasarkan pendapat-pendapat di atas terlihat banyak sekali cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk membangkitkan atau  menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, dengan motivasi yang tinggi akan mendorong untuk melakukan usaha belajar yang tinggi pula, sehingga hal tersebut mempengaruhi prestasi belajar siswa untuk mencapai hasil yang labih baik.

Semoga tinjauan teori tentang motivasi belajar diatas bermanfaat untuk kita semua. Jika ada hal yang kurang baik silakan dibuang dan ambil baiknya.. Tetap berpikir bijak, Salam Diamond..!!!

Related Post

Semoga Bermanfaat, Jika Sahabat suka dan memperoleh manfaat dari artikel-artikel di blog Komunitas Diamond ini, silakan bagikan ke teman-teman sahabat melalui jejaring sosial dibawah ini: